Selasa, 17 September 2019

6 Ciri" Orang Tua Yang Kurang Tepat Dalam Mendidik Anak

*6 Ciri" Orang Tua Yang Kurang Tepat Dalam Mendidik Anak*

1. Sering mengucapkan sumpah serapah, makian, dll.
Hardikan sebenarnya bisa merusak sel otak anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan ini bukan merupakan contoh yang baik karena suatu saat nanti mereka bisa saja meniru dan membalas menghujani dengan sumpah serapah.

2. Membandingkan anak, baik dengan keluarga maupun orang lain.
Mungkin maksud orang tua adalah menyemangati dengan cara memberi cambukan, tetapi menyemangati anak dengan cara membandingkan bukanlah cara yang tepat. Justru rasa percaya diri anak akan menurun jika sering dibandingkan.

3. Menasehati anak/memarahi anak didepan orang lain.
Menasehati anak didepan orang lain bisa membuatnya malu karena tampak bodoh, apalagi kalau sampai memarahinya didepan umum. Anak bisa saja merasa kehilangan harga diri dan kemungkinan orang lain membullynya lebih besar. "orang tuanya saja memarahi dia, kita pun boleh memarahi dia" itulah presepsi yg ditangkap orang sekitar.

4. Menyetir anak agar sesuai dengan keinginan orang tua.
Mendaftarkan anak diberbagai macam kursus memang tidak masalah, selagi anak tersebut senang melakukannya. Tetapi kalau anak tersebut malah tampak stress bahkan depresi, lebih baik dihentikan saja karena akan berdampak pada kesehatan mental anak.

5. Selalu meminta anak menjadi yang terbaik dan tidak mentorelir kegagalan.
Orang tua sering kali menuntut anak untuk berhasil dalam berbagai hal dan tidak mau menerima kegagalan yang dialami oleh anak. Padahal orang tua yang bijak akan membiarkan anaknya mengalami kegagalan dan membantu anak untuk belajar dari kegagalannya tersebut.

6. Jarang berinteraksi/mengobrol bebas dengan anak.
Memandikan, memakaikan baju, menyuapi makanan, meninabobokan tidaklah dapat dikatakan sebagai interaksi. Apakah kita sudah tau kegiatan yang disukai anak, pelajaran apa yang mereka anggap sulit, siapa teman dekat mereka, siapa guru yang mereka sukai, mengetahui yang terjadi hari ini di sekolah, atau mungkin pada remaja siapa lawan jenis yang disukainya, dll. Jika anda sendiri tidak tau hal ini sebagai orang tua, mungkin anda perlu mengurangi jam kerja dan mulai sering berinteraksi dengan anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar